Postingan

Ucapan Yang Membunuh Rasa Aman

Gambar
  Ada luka yang tak meninggalkan bekas memar dikulit, tapi mampu menghancurkan fondasi hidup seseorang hingga tak tersisa. Luka itu tidak berasal dari pukulan fisik, Melainkan dari kata-kata yang keluar dari mulut orang yang paling kita percaya. Ketika rumah_ yang seharusnya menjadi satu-satunya tempat berlindung dari riuhnya dunia_ justru berubah menjadi medan pertempuran, disitulah rasa aman mati secara perlahan.  Sebuah hubungan, terutama pernikahan dibangun diatas rasa percaya dan terlindungi. Ketika seorang istri memeluk erat suaminya diatas sepeda motor suaminya yang melaju kencang. Itu bukan sekedar urusan jarak dan kecepatan. Itu adalah bentuk penyerahan diri secara utuh. Ada keyakinan bahwa laki-laki yang memegang stang didepanya akan menjaga nyawanya dengan segenap jiwa.  Namun, bagaimana jika dalam ketakutan yang mencekam, saat permohonan perlindungan itu diucapkan, balasan yang diterima justru kalimat dingin " biarin kalau kamu sampai mati juga "  Kalimat...

Membandingkan Diri di Sosial Media: Mengapa kita selalu merasa kurang?

Gambar
  Pernah ngga sih, lagi asyik scrolling feed atau story sosial media sambil nyantai, tiba-tiba perasaanmu berubah jadi rada sedih atau melow? Awalnya cuma mau cari hiburan, eh malah ketemu postingan teman baru beli rumah, si A yang karirnya naik pesat, si B yang kelihatanya punya kehidupan harmonis, tanpa beban denagan keluarganya. Tanpa sadar, ada suara kecil dikepala yang berisik "kok, hidup aku gini-gini aja ya? kok aku ngrasa ketinggalan jauh banget?" Jujur, kalau kamu pernah merasa begitu, kamu engga sendirian. Akupun sering banget terjebak diposisi itu, rasanya seperti ada beban berat yang tiba-tiba ngetok dada, bikin kita merasa "selalu" kurang. Tapi setelah mencoba paham dengan apa yang sebenarnya terjadi, seperti menemukan pintu keluar dari labirin emosi yang menguras tenaga ini. Yuk kita bahas kenapa pikiran itu bisa muncul dan bagaimana caranya supaya hati kita kembali tenang. Mengapa sosial media bikin kita merasa "selalu" kurang? Dari sudut pa...

Saat Orang Lain Melihat Cahaya Yang Sempat Kuanggap Padam

Gambar
  Pernah ngga sih ngrasa "tertinggal" dari orang lain yang buat dirimu merasa insecure entah itu dari pencapaian, kehidupanya, kesejahteraan, karir, asmara dan punya privillege bagus yang mendukung perkembangan seseorang? Nah, saya lagi ada di fase itu!. Menurutku, bukan iri melihat orang lain sukses, yang ada pengen tau aja step by stepnya bagaimana agar bisa beralih dari mode bertahan/ survive ke mode sejahtera/menikmati? Mulainya dari mana?. Pertanyaaan terus melayang dikepalaku seolah memaksa otak ini berpikir solusi, cara, formula agar bisa merubah keadaan hidup ini ditenganh keadaan ekonomi makro seolah mencekik rakyat. Bisakah saya merubah keadaan hidup menjadi lebih baik tanpa privillege?    Sebelumnya perkenalkan saya intan. Seorang Istri Rumahtangga. Keseharianku mengerjakan pekerjaan rumahtangga, merawat suami,  lega dan bahagia aja kalau sudah senam jari diblog tentang kisahku dibalik ruangan sempit tempat tinggalku saat ini. Ruangan sempit itu masih satu...

Menata Hati di Ruangan Sempit, Melangitkan doa yang Luas

Gambar
            Adzan Magrib sudah berkumandang, Saya bergegas mengajak suami sholat. "mas, yuk sholat" ajaku terdengar suara jawaban darinya "duluan aja, aku masih ngerjain ini" tanpa basa basi lagi, aku sholat sendiri. Karena terlalu sering ditolak saat ajak suami sholat jamaah, lama-lama sudah terbiasa dan saya tidak bereaksi lagi. Tidak marah, tidak ngomel dan tidak menceramahinya. Yang saya lakukan adalah mengajak untuk menggugurkan kewajiban, setelahnya itu urusanya, Mau sholat jamaah ya alhamdulillah kalau ngga sholat itu pilihanya dan diluar kontrol istri. Sejak mempunyai konsep seperti itu, saya merasa tenang. Kalau ia mengerti apa yang harus dikerjakan seorang hamba kepada-Tuhanya baiknya dikerjaian walaupun ngga ada yang ngajakin. Tapi yasudahlah pastikan kita para istri tetap mendoakan suami agar menjaga sholatnya walaupun kelakuan setiap harinya ya begitulah kalau diajak sholat...tapi Yaqinlah Allah maha Mendengar semua doa kita.    ...

Ketika Cinta Mengalahkan Gengsi : Dorongan Psikologis Di Balik Keputusan Ibu

Gambar
  Suasana sore hari yang adem nan damai sedangku nikmati. Angin yang semriwing. Kicauan burung silih berganti. Aku Duduk santai dengan tangan memegang buku bacaan. Padahal, ga cuma fokus dengan tulisan, Mataku sesekali memandang hamparan sawah yang menyejukan mata dan pikiran. Dengan ditemanni kopi panas, membuat me time menjadi sempurna. ya! spot place terfavorit dirumah. Aku biasa gunakana untuk murojaah atau ngopi sore.  "Assalamualaikum" suara laki-laki terdengar dari luar. Segera aku beranjak dari kenyamananku dan berjalan menuju pintu utama. Itu suara suamiku yang baru pulang kerja. "wa'alaikumsalam" jawabku. Segera aku menyambut kedatangannya kemudian menyaipkan hidangan untuknya. Suamiku langsung bergegas bersih-bersih sebelum kita sholat magrib berjama'ah. Setelah sholat, kita makan bersama diteras belakang rumah. Aku memulai pembicaraan "gimana tadi kerjanya ka?" langsung dijawab sama dia (Ya..terkadang emang perlu sih memulai pembicaraan...

Menemukan Safe Place: Saat Hubungan Menjadi Tempat Paling Nyaman Untuk Bercerita

Gambar
    Pernah ngga kamu ngrasain hari yang panjang, melelahkan, lalu pas ketemu pasangan semua yang dirasa hilang dan menguap begitu aja?  Bukan karena dia punya tongkat sihir yang bisa menyelesaikan masalahmu dalam sekejap. Tapi karena cara dia menyambutmu, cara dia menatapmu, dan kalimat sederhana seperti "Gimana hari ini?, cerita dong" langsung membuat pertahananmu runtuh seketika dengan cara yang damai. Dimomen itulah kamu sadar, kamu sudah menemukan Safe Place  tempat paling aman menjadi dirimu sendiri. Kemarin, aku merasan momen berharga itu. Kami pergi berdua atas inisiatifnya. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Apapun yang aku inginkan, dia langsung penuhi tanpa ragu. Namun jujur saja, Bukan tentang barang-barang yang dibeli atau tempat yang kami kunjungi. Bagian yang paling membuat hatiku hangat adalah bagaimana dia menciptakan ruang diantara kami disepanjang perjalanan. Ruang yang membuatku merasa sangat nyaman untuk menumpahkan segala rasa.  Sebaga...

Pengorbanan Sunyi Yang Dianggap Merusak Citra Keluarga

Gambar
  Malam yang sunyi tapi penuh makna dengan refleksi diri. Duduk sambil menikmati pemandangan yang ada di depan mata. Dalam hati berucap "saya bangga jadi istri yang mempunyai suami sepertimu, mas. orang yang tulus membantu keluarga, saya tau kamu capek, tapi tetap milih berkontribusi sebelum acara. ga banyak orang sepertimu mas, yang mau melakukan apapun yang kamu bisa buat acara, terkadang malah ada yang datangnya karena mau pegang mic sambutan atas nama apa gitu...tanpa mau ngurusin alat-alat sudah ada belum buat besok acara? uang iuaranya cukup ngga buat sewa alatnya? tapi....namanya juga karakter orang, pasti berbeda dan kehadiran juga termasuk kontribusi sebenarnya.iya ga sih?" Kalau diingat satu hari sebelum malam ini, ada pesan WA masuk yang isinya undangan online dari kaka ipar untuk hadir di acara wisuda TK. Kamudian saya kasih tau suami terlebih dahulu, kita ngobrolin gimana langkah selanjutnya. Suami bilang "coba nanti saya tanyakan dulu alat-alatnya yang belu...